Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Terbaru: LA DOLCE VITA: TUKSEDO AUTO & FASHION GALA Secara Detail

Terbaru: Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu Secara Detail

Terbaru: Semarak Konser Nostalgia Stinky di F3X Bandung, Penonton Larut dalam Tembang ‘Mungkinkah’ Secara Detail

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional
suaramentari.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional
suaramentari.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional
You are at:Home»Terkini»Terbaru: Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras Secara Detail
Terkini

Terbaru: Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras Secara Detail

penulisBy penulisSeptember 14, 2026 4:52 pm002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi mendorong inflasi nasional. Tiga komoditas yang menjadi perhatian yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

Hal itu disampaikan Mendagri pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (14/9/2026).

Mendagri mengatakan, meski inflasi nasional masih berada pada level yang relatif terkendali, yakni 3,19 persen, angkanya menunjukkan tren kenaikan dari sebelumnya 2,88 persen. Secara bulanan, inflasi Juli ke Agustus 2026 juga meningkat 0,21 persen.

Menurutnya, kenaikan tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, bidang pendidikan, serta perawatan pribadi. Dari kelompok pangan, pemerintah perlu mencermati pergerakan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

“Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan bagaimana untuk mengumpulkan para distributor dan produsen … dicari penyebab harganya kenapa bisa naik,” ujarnya.

Selain pangan, Mendagri meminta kewaspadaan terhadap kenaikan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada biaya transportasi, khususnya angkutan udara. Ia mengingatkan Kementerian Perhubungan agar mengantisipasi dampak kenaikan harga avtur terhadap tarif angkutan yang diatur pemerintah.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga menyoroti disparitas inflasi antardaerah. Ia meminta Pemda dengan inflasi tinggi segera memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, Mendagri mengapresiasi daerah yang mampu menjaga stabilitas harga sehingga inflasi terkendali. “Saya ucapkan terima kasih [daerah] yang bisa mengendalikan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya langkah antisipatif agar kenaikan harga sejumlah komoditas dapat dikendalikan. Ia meminta Pemda dan pihak terkait memahami pola konsumsi masyarakat dan memantau perkembangan harga sebelum mencapai batas toleransi sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

“Ini yang perlu diperhatikan dan dimonitor betul batas toleransi mana dia naik kemudian kita melaksanakan intervensi tadi, supaya jangan naik tinggi dulu baru kita berbuat,” ujarnya.

Tomsi juga meminta pemantauan harga daging ayam dilakukan pada setiap rantai distribusi, mulai dari peternak, distributor, hingga konsumen, agar langkah pengendalian yang dilakukan tepat sasaran. Selain itu, ia meminta komoditas lainnya yang mendorong kenaikan inflasi terus dipantau dan dikendalikan harganya.

Puspen Kemendagri

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTerbaru: Mendagri Imbau Kepala Daerah Dukung Proses Verifikasi dan Validasi Kopdeskel Secara Detail
Next Article Terbaru: Rosan Roeslani dan MES Bahas Integrasi Ekosistem Ekonomi Syariah, Perkuat Daya Saing Nasional Secara Detail
penulis

Related Posts

Terbaru: LA DOLCE VITA: TUKSEDO AUTO & FASHION GALA Secara Detail

September 19, 2026 8:54 pm

Terbaru: Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu Secara Detail

September 19, 2026 9:45 am

Terbaru: Semarak Konser Nostalgia Stinky di F3X Bandung, Penonton Larut dalam Tembang ‘Mungkinkah’ Secara Detail

September 19, 2026 9:18 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

DARI LOPER KORAN HINGGA JADI MILIARDER: KISAH INSPIRATIF ASYARI LALUI JALAN TERIK DI GROGOL PETAMBURAN

Agustus 19, 2026 7:50 am120 Views

Buktikan Cinta Sesama Karang Taruna RW 04 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat Galang Dana Untuk Musibah NTT

Agustus 29, 2026 8:54 pm73 Views

Keluarga Besar Al-Zaytun Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Syaykh Al-Zaytun Abdussalam R. Panji Gumilang, S.Sos., M.P.

Juli 30, 2026 8:03 am69 Views
© 2026 suaramentari. Designed by suaramentari.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.