



# Semarak Hari Santri Nasional 2026, Sebanyak 250 Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari
**JAKARTA BARAT** — Semangat kreativitas dan keceriaan anak-anak mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jakarta Barat. Sebanyak 250 anak dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah Jakarta Barat mengikuti lomba mewarnai yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian program peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dirancang tidak hanya untuk memeriahkan momentum Hari Santri, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak usia dini dan sekolah dasar untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta potensi diri melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.
Acara lomba mewarnai dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr. Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si. Kehadiran wali kota menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, khususnya dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan mereka sejak usia dini.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Ratusan peserta datang bersama para guru dan pendamping dari lembaga pendidikan masing-masing. Mereka membawa perlengkapan mewarnai dan menempati tempat yang telah disiapkan oleh panitia. Dengan penuh semangat, anak-anak mulai menuangkan imajinasi mereka melalui perpaduan warna pada gambar yang menjadi media perlombaan.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mendapatkan juara. Lebih dari itu, lomba mewarnai menjadi pengalaman berharga untuk belajar berkonsentrasi, melatih kesabaran, mengenal berbagai warna, serta membangun rasa percaya diri ketika menunjukkan hasil karya di hadapan orang lain.
## Wali Kota Jakarta Barat: Tumbuhkan Semangat dan Kreativitas Anak
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr. Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan lomba mewarnai memiliki nilai positif bagi perkembangan anak-anak, terutama mereka yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), dan sekolah dasar (SD).
Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, mengembangkan kreativitas, serta mendorong anak-anak agar berani menampilkan kemampuan yang mereka miliki.
Melalui perlombaan yang dikemas secara menarik, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan imajinasi sekaligus belajar mengikuti aturan, menghargai proses, dan menyelesaikan tugas dengan baik. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kebersamaan.
Lomba mewarnai juga memberikan ruang bagi setiap anak untuk menunjukkan karakter dan kreativitasnya masing-masing. Setiap goresan warna memiliki keunikan tersendiri, sehingga hasil karya peserta tidak semata-mata dinilai dari keindahan gambar, tetapi juga menjadi gambaran keberanian anak dalam mengekspresikan ide dan imajinasinya.
Dukungan terhadap kegiatan pendidikan anak usia dini diharapkan dapat terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan organisasi kemasyarakatan. Dengan demikian, anak-anak memperoleh lingkungan yang mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan karakter sejak usia dini.
## Diikuti Berbagai Lembaga Pendidikan di Jakarta Barat
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan berbagai lembaga pendidikan yang berasal dari sejumlah wilayah di Jakarta Barat. Di antara lembaga yang hadir adalah PAUD Kapuk, Cengkareng Barat; PAUD Nusantara, Cengkareng Barat; PAUD Raudhatul Athfal Nuria Jakarta; PAUD Melati, Kelurahan Grogol; serta Taman Kanak-Kanak Duri Kosambi.
Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan lomba mewarnai mampu menjadi ruang pertemuan bagi anak-anak dari latar belakang pendidikan yang berbeda. Mereka berkumpul dalam satu kegiatan yang mengedepankan kreativitas, kebersamaan, dan semangat belajar.
Bagi para guru dan pendamping, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan kemampuan anak di luar rutinitas pembelajaran sehari-hari. Anak-anak dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, berinteraksi dengan teman sebaya dari sekolah lain, serta membangun pengalaman sosial yang positif.
Sementara itu, bagi orang tua dan tenaga pendidik, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan kreativitas, pembentukan sikap, keberanian, dan kemampuan bersosialisasi juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.
Dengan jumlah peserta mencapai 250 anak, lomba mewarnai tersebut menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang luas bagi anak-anak Jakarta Barat untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
## Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Menjadi Pusat Kegiatan Edukatif
Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari di kawasan Daan Mogot, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.
Pemanfaatan masjid sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan anak-anak memberikan gambaran bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan pendidikan, pembinaan karakter, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti lomba mewarnai, anak-anak diperkenalkan pada lingkungan yang mendorong mereka untuk belajar, berkarya, dan membangun kebersamaan. Hal ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan kegiatan keagamaan yang ramah anak, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dalam konteks peringatan Hari Santri Nasional, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, saling menghargai, kebersamaan, dan kecintaan terhadap bangsa dapat ditanamkan melalui pengalaman sederhana yang sesuai dengan usia mereka.
Anak-anak merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Karena itu, memberikan kesempatan kepada mereka untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kreativitas dan pembentukan karakter menjadi tanggung jawab bersama.
## PCNU dan LAZISNU Jakarta Barat Hadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat
Lomba mewarnai ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 yang diprogramkan oleh PCNU Jakarta Barat bersama LAZISNU Jakarta Barat.
Program tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh beragam lapisan masyarakat, mulai dari kalangan santri, pelajar, anak-anak usia dini, hingga masyarakat umum.
Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dan ulama dalam perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak, PCNU dan LAZISNU Jakarta Barat turut memberikan ruang bagi generasi penerus untuk mengenal lingkungan keagamaan dengan cara yang positif. Anak-anak dapat merasakan bahwa kegiatan di lingkungan masjid dan organisasi keagamaan juga dapat berlangsung secara kreatif, edukatif, dan menggembirakan.
Keterlibatan berbagai lembaga pendidikan juga memperlihatkan pentingnya membangun kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan dunia pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan mereka.
Di tengah tantangan pendidikan pada era modern, kegiatan yang memberikan ruang bagi kreativitas dan pembentukan karakter menjadi semakin penting. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membantu mereka belajar bekerja dengan tekun, menghargai orang lain, dan berani mencoba hal-hal baru.
## Menanamkan Nilai Hari Santri Sejak Usia Dini
Peringatan Hari Santri Nasional memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini dapat dijadikan sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Melalui lomba mewarnai, nilai-nilai tersebut diperkenalkan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Mereka belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, tanpa harus meninggalkan unsur pendidikan dan pembentukan karakter.
Semangat Hari Santri juga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang rajin belajar, berakhlak baik, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Pendidikan karakter sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan kepribadian yang baik. Oleh karena itu, kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak perlu terus didukung dan dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jakarta Barat terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Semangat santri tidak hanya hadir melalui kegiatan yang melibatkan kalangan pesantren, tetapi juga melalui upaya membangun generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa.
## Kreativitas Anak, Investasi bagi Masa Depan Bangsa
Keikutsertaan 250 anak dalam lomba mewarnai di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pendidikan dan kreativitas anak. Setiap peserta membawa semangat dan imajinasinya masing-masing, menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bersama yang penuh pengalaman positif.
Di balik lembaran gambar dan warna-warni yang dihasilkan, terdapat proses belajar tentang ketekunan, kesabaran, keberanian, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai sederhana inilah yang menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi tahap pendidikan berikutnya.
Dukungan dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, guru, dan orang tua diharapkan dapat terus memperkuat kegiatan serupa di masa mendatang. Dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang, masyarakat turut berinvestasi dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik.
Penyelenggaraan lomba mewarnai dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 oleh PCNU dan LAZISNU Jakarta Barat pun menjadi contoh bahwa peringatan hari besar keagamaan dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, semangat Hari Santri tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga diteruskan melalui langkah nyata dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Dari Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, semangat kreativitas 250 anak Jakarta Barat menjadi pesan bahwa membangun masa depan bangsa dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memberikan kesempatan untuk belajar, ruang untuk berkarya, dan dukungan agar setiap anak berani mengembangkan potensinya.
**Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan, menumbuhkan kreativitas, dan menanamkan akhlak mulia sejak usia dini, demi lahirnya generasi Indonesia yang berilmu, berkarakter, serta mencintai agama dan tanah air.**
