# Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata: Bhinneka Tunggal Ika Harus Menjadi Wadah Pemersatu Bangsa

**INDRAMAYU, JAWA BARAT — Rabu, 28 Oktober 2026**
Dalam sambutannya di Green Mushola Rahmatan Lil Alamin, Indramayu, Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S., menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan moral dan penegakan hukum yang terjadi saat ini.
Beliau menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki wadah kebangsaan yang mampu mempersatukan seluruh rakyat, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Wadah tersebut adalah semangat **Bhinneka Tunggal Ika**, yang menjadi salah satu landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, semangat persatuan bangsa telah diwariskan oleh para pemuda melalui peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Para pemuda dari berbagai daerah dan organisasi kepemudaan menyatukan tekad untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.
Semangat tersebut, lanjut pesan sambutan itu, harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh.
Di tengah kondisi yang dinilai menghadapi tantangan degradasi moral, beliau juga menyoroti pentingnya integritas dalam penegakan hukum dan penyelenggaraan negara. Persoalan pelanggaran hukum yang melibatkan oknum penegak hukum maupun penyelenggara negara menjadi pengingat bahwa jabatan dan kewenangan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Penegakan hukum semestinya berlandaskan keadilan, kejujuran, dan kesetaraan. Demikian pula penyelenggara negara harus menjunjung tinggi etika, menaati peraturan perundang-undangan, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
**Persatuan bangsa tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan, moralitas, keadilan, dan kepatuhan terhadap hukum.**
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali memperkuat komitmen kebangsaan. Pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh rakyat Indonesia memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat persatuan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Dengan menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda dan mengamalkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia diharapkan tetap menjadi bangsa yang bersatu, berkeadilan, bermartabat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
