# Lomba Puisi Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Hasyim Asy’ari Daan Mogot, Jakarta Barat

**JAKARTA BARAT** – Suasana peringatan Hari Santri Nasional semakin semarak dengan digelarnya lomba puisi di Masjid Hasyim Asy’ari, Daan Mogot, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Santri Nasional sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia sastra, nilai-nilai keislaman, serta perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
Lomba puisi tersebut diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya kalangan Karang Taruna dan pelajar dari sejumlah sekolah. Salah satu sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Sekolah Krritoporus. Keikutsertaan para peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan tingginya semangat generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas dan bakat melalui karya sastra.
Dalam perlombaan tersebut, para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dengan membacakan puisi yang sarat makna. Berbagai pesan disampaikan melalui lantunan kata-kata yang menggambarkan semangat perjuangan, nilai-nilai keagamaan, cinta Tanah Air, serta penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh KH Ahmad Fauzi, M.Pd., Wakil Ketua PCNU Jakarta Barat. Kehadiran beliau menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan positif yang melibatkan generasi muda, khususnya dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Adapun dewan juri yang bertugas menilai penampilan para peserta terdiri dari Ibu Enisuy, Bapak Samsuri Nadir, S.Pd.I., serta KH Suhaeri Gaos. Para juri memberikan penilaian berdasarkan kemampuan peserta dalam membawakan puisi, penghayatan, intonasi, ekspresi, serta penyampaian pesan yang terkandung dalam setiap karya.
Persaingan di antara 22 peserta berlangsung dengan penuh semangat. Setiap peserta berusaha menampilkan penampilan terbaiknya di hadapan dewan juri dan para hadirin. Meskipun berkompetisi, kegiatan ini tetap mengedepankan nilai kebersamaan, persaudaraan, sportivitas, dan keberanian untuk menunjukkan potensi diri.
Lomba puisi ini bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar lebih percaya diri, kreatif, dan mampu menyampaikan gagasan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lingkungan masjid, sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang peran besar para santri dan ulama dalam perjalanan sejarah Indonesia. Melalui kegiatan seni dan sastra seperti lomba puisi, nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, cinta ilmu, dan kecintaan terhadap Tanah Air dapat diwariskan kepada generasi penerus dengan cara yang kreatif dan inspiratif.
Dengan terselenggaranya lomba puisi di Masjid Hasyim Asy’ari Daan Mogot, Jakarta Barat, diharapkan semangat Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap agama, bangsa, dan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan kreativitas anak muda. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui lomba puisi diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan positif lainnya pada masa mendatang.
