





**JAKARTA BARAT** – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menggelar rangkaian kegiatan selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026. Berbagai kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengangkat semangat bahwa *santri hebat adalah santri yang berilmu, berakhlakul karimah, cinta Indonesia, dan menghormati ulama*. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk membangun generasi santri yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, berkarakter, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan yang digerakkan oleh PCNU Jakarta Barat di bawah kepemimpinan KH. Agus Salim ini menghadirkan beragam program unggulan. Tidak hanya berfokus pada perlombaan keagamaan dan seni Islami, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, edukasi lingkungan, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas.
Selama empat hari pelaksanaan, panitia menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi antarwarga Nahdlatul Ulama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Jakarta Barat.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah perlombaan hadroh tingkat MWCNU se-Jakarta Barat. Perlombaan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan dalam seni musik Islami sekaligus melestarikan tradisi keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Selain itu, kemeriahan Hari Santri Nasional juga diwarnai perlombaan paduan suara Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU se-Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kekompakan, kreativitas, dan kecintaan terhadap seni suara dalam suasana religius.
PCNU Jakarta Barat turut menghadirkan perlombaan video pendek religi, lomba mewarnai, lomba puisi, serta karaoke gambus. Beragam perlombaan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak, generasi muda, dan masyarakat untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman melalui kegiatan yang positif dan mendidik.
**Kegiatan Sosial dan Kesehatan untuk Masyarakat**
Tidak hanya menggelar perlombaan, peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu bentuk kepedulian PCNU Jakarta Barat terhadap kesehatan warga. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan pembagian kacamata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan donor darah turut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan penanganan medis.
Di bidang lingkungan, panitia menyelenggarakan seminar pemilahan sampah. Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, termasuk membedakan sampah organik dan anorganik. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan hidup bersih dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.
Rangkaian kegiatan sosial dan edukasi tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
**Memperkuat Kebersamaan dan Semangat Kebangsaan**
Untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air, rangkaian kegiatan juga mencakup apel Hari Santri Nasional. Apel ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta melanjutkan pengabdian kepada bangsa.
Selain apel, panitia menyiapkan kegiatan festival tumpeng yang dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menampilkan kreativitas peserta. Kegiatan jalan sore sehat juga menjadi bagian dari rangkaian acara untuk mengajak masyarakat menjaga kebugaran sekaligus menikmati suasana kebersamaan.
Menjelang berakhirnya rangkaian peringatan, panitia menjadwalkan malam puncak Hari Santri Nasional sebagai penutup kegiatan. Malam puncak ini diharapkan menjadi ajang kebersamaan bagi seluruh peserta, pengurus, kader NU, Muslimat NU, para santri, dan masyarakat yang turut memeriahkan peringatan tersebut.
Beragam kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini memperlihatkan bahwa semangat santri dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, kepedulian sosial, hingga pelestarian lingkungan.
**Santri Hebat, Berilmu dan Cinta Indonesia**
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari diharapkan mampu memperkuat peran santri sebagai generasi penerus yang berilmu, berakhlakul karimah, cinta Tanah Air, serta menjunjung tinggi perjuangan ulama.
Melalui rangkaian program yang digerakkan PCNU Jakarta Barat di bawah kepemimpinan KH. Agus Salim, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada perlombaan dan perayaan semata, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengabdian, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, merawat persatuan bangsa, serta berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jakarta Barat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara ulama, santri, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas demi mewujudkan kehidupan yang harmonis, berakhlak, dan penuh manfaat.
