Berikut saya rapikan menjadi 


**JAKARTA BARAT** – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menggelar perlombaan hadroh tingkat cabang pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jalan Daan Mogot Km 14,5, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Perlombaan berlangsung meriah dengan dihadiri para kiai, jajaran pengurus PCNU Jakarta Barat, tamu undangan, serta peserta dari berbagai wilayah. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengembangkan seni musik Islami, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Acara secara resmi dibuka oleh anggota DPR RI Komisi VIII, Erwin Aksa. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian perlombaan yang diikuti sejumlah kelompok hadroh dengan menampilkan lantunan selawat, iringan rebana, serta kekompakan dalam setiap penampilan.
Ketua panitia, Ustaz Sujud Hanafie, S.Ag., S.Kom., turut berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan. Sementara itu, Ketua Pelaksana KH. Agus Salim, S.E., mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara hingga perlombaan selesai.
Dalam perlombaan tersebut, dewan juri terdiri atas Ustaz Usman Maulana, S.H., Muhammad Rafi Romdhani, dan M. Farids Abi S-hum, M.Sos. Para juri melakukan penilaian terhadap penampilan setiap peserta berdasarkan kemampuan, kekompakan, dan kualitas penyajian seni hadroh.
Setelah seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaiknya, kelompok hadroh dari Kecamatan Kembangan berhasil meraih juara pertama. Sementara itu, Sanggar Sin krakatau dari Kecamatan Tambora menempati posisi juara kedua, disusul kelompok An-Najah dari Kecamatan Tambora sebagai juara ketiga.
Hasil perlombaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan kekompakan para peserta dalam melestarikan seni hadroh sebagai bagian dari tradisi Islam di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, PCNU Jakarta Barat terus mendorong pengembangan seni hadroh sebagai media dakwah yang memadukan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan kebersamaan masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap selawat serta tradisi keislaman yang diwariskan para ulama.
Semangat Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan semata, tetapi juga diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, pelestarian tradisi Islam, serta penguatan ukhuwah Islamiyah demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Dengan terselenggaranya perlombaan hadroh ini, PCNU Jakarta Barat berharap semangat santri terus tumbuh dalam merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan peran santri dalam membangun Indonesia yang religius, harmonis, dan berkemajuan
